Ads 468x60px

Kamis, Januari 8

PERANG GAZA

JAKARTA - Konflik Isreal versus Palestina di perbatasan Jalur Gaza yang menuai kecaman dunia turut disesalkan pemerintah Indonesia. Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menilai konflik ini merupakan penjajahan dari Israel. Menlu juga mengusulkan adanya dialog atau negosiasi di antara kedua negara.

"Perang bukan lagi opsi, karena solusi yang besar dari masalah adalah melalui proses dialog atau negosiasi," ujarnya dalam Pernyataan Pers Tahunan Menlu, Kilas Balik 2008, Proyeksi 2009, di Gedung Nusantara, Departemen Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta, Selasa (6/1/2009).

Selain mengusulkan dialog antarnegara, Menlu juga menganjurkan Hamas dan Fatah untuk bisa membuka jalur diplomasi. "Anjuran kita terhadap Hamas untuk terbuka melalui diplomasi dan konsisten untuk diperbaharui. Karena perpecahan Hamas dan Fatah merupakan keuntungan bagi Israel," terangnya.

Selain turut bersimpati dengan konflik antarkedua negara Arab ini, Menlu juga memproyeksikan kondisi politik internasional yang diprediksi masih akan diwarnai konflik bersenjata.

"Konflik seperti di Palestina, Irak, dan Afganistan, serta perang saudara di Kongo, Somalia, dan Darfur, belum akan menemui tanda-tanda penyelesaian," jelasnya.

Wirajuda berharap, dengan kehadiran presiden Amerika Serikat yang baru Barack Obama, mampu memberikan harapan dalam penyelesaian konflik tersebut, dengan mengedepankan adanya dialog.(ded)

0 komentar:

Poskan Komentar