Ads 468x60px

Selasa, Juni 26

Tugas Akhir Saya


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat membawa perubahan pula dalam kehidupan manusia. Perubahan-perubahan itu membawa akibat yaitu tuntutan yang lebih tinggi terhadap setiap individu untuk lebih meningkatkan kinerja mereka sendiri dan masyarakat yang luas. Dalam dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi, tidak dapat di pungkiri peran dosen sebagai pengajar dalam proses belajar mengajar disebuah instansi pendidikan sangatlah penting. Dosen menjadi tumpuan utama dalam tranformasi ilmu yang diberikan oleh pihak instansi pendidikan kepada para mahasiswanya. Oleh karena itu untuk menjawab tantangan tersebut, sangatlah diperlukan tenaga dosen yang handal dan berkualitas sehingga dapat membimbing dan mengantar mahasiswanya menjadi pribadi yang matang baik dari segi intelektual maupun emosional.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut, kegiatan evaluasi  dosen melalui umpan balik sangatlah penting dilaksanakan oleh suatu perguruan tinggi. Pada kegiatan evaluasi atau umpan balik ini, mahasiswa langsung memberikan penilaian terhadap dosen. Evaluasi dengan umpan balik dimaksudkan untuk melihat kemampuan dosen dalam menjalankan tugas pokoknya sebagai pengajar, sehingga dapat diketahui kualitas dosen tersebut baik atau tidaknya dalam mengajar. Hasil evaluasi yang diperoleh, diharapkan dapat dipergunakan oleh pihak akademik untuk melakukan pembinaan atau pengambilan keputusan yang tepat untuk para dosen yang dalam mengajarnya masih kurang.
Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) PGRI Kebumen adalah perguruan tinggi yang berbasiskan IT pertama di Kebumen, AMIK PGRI Kebumen sendiri memiliki dosen aktif sebanyak 13 orang dari berbagai bidang profesi. Setiap dosen bisa mengajar lebih dari satu mata kuliah (rangkap). Selama ini akademik belum mengetahui kinerja para dosen, sehingga dosen  dinilai mempunyai kinerja yang sama. Apabila hal ini dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan jika mahasiswa, merasa tidak puas terhadap kebijakan akademik, sehingga AMIK PGRI Kebumen dianggap kurang memiliki daya saing terhadap perguruan tinggi yang lain jika dilihat dari segi SDM, apalagi sekarang ini AMIK PGRI Kebumen sudah menyandang status terakreditasi oleh BAN PT.
Oleh karena itu, penulis mencoba untuk mengusulkan program Aplikasi Umpan Balik Kinerja Dosen Berbasis Web Dengan Framework Codeigniter yang nantinya diharapkan informasi yang dihasilkan dapat dipergunakan sebagai bahan evaluasi kinerja dosen dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran di AMIK PGRI Kebumen. 

B.     PERUMUSAN MASALAH
Pada dasarnya penilaian kinerja melalui umpan balik merupakan proses yang digunakan oleh perguruan tinggi untuk menilai kinerja para dosen. Jika dikerjakan dengan benar maka hal ini akan memberikan manfaat yang besar bagi perguruan tinggi maupun bagi dosen itu sendiri.
Evaluasi kinerja dosen melalui umpan balik sangat diperlukan dalam rangka penjaminan mutu internal  perguruan tinggi selain penjaminan mutu eksternal yaitu melalui sistem penilaian akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.
Dengan dasar tersebut ditentukan rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana mekanisme penilaian dosen dalam bentuk parameter-parameter penilaian dapat diimplementasikan ke dalam bentuk aplikasi penilaian kinerja dosen  berbasis web?
2.      Bagaimanakah mengimplementasikan framework CodeIgniter yang terkoneksi dengan Database MySQL untuk membuat Aplikasi Umpan Balik Kinerja Dosen ?
3.      Bagaimana hasil dari pengumpulan data penilaian dosen melalui kuesioner dapat dikorelasikan dengan kinerja sesungguhnya dari setiap dosen? 

C.    BATASAN MASALAH
Berdasarkan rumusan masalah diatas, penulis perlu membatasi masalah agar tidak melebar dan lebih mengarah pada bagian pokok yang diharapkan yaitu pada :
1.      Sistem difokuskan pada teknik implementasi dari kuesioner manual menjadi kuesioner secara digital.
2.      Penggunaan data mahasiswa, dosen, mata kuliah, rencana studi merupakan data support, artinya sistem tidak didedikasikan untuk pemeliharaan data tersebut.

D.       TUJUAN DAN MANFAAT
1.      Tujuan penulis penyusunan tugas akhir  ini :
a.       Syarat menyelesaikan jenjang pendidikan program pendidikan Diploma III (D3) pada Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) PGRI Kebumen.
b.      Untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teori-teori yang telah    didapatkan selama perkuliahan di AMIK PGRI Kebumen.
c.       Belajar untuk mengindentifikasi dan menyelesaikan masalah dalam pembangunan aplikasi umpan balik penilaian kinerja dosen.
2.      Sedangkan manfaat penyusunan tugas akhir adalah: 
a.       Bagi Penulis
1)     Mampu menerapkan secara nyata teori dan praktik dengan melihat permasalahan–permasalahan yang terjadi antara teori dan praktik dengan melihat permasalahan–permasalahan yang ada.
2)     Mampu meningkatkan kemampuan dalam menganalisa masalah dan berusaha mencari pemecahannya.
3)     Menambah pengetahuan tentang perancangan dan pembuatan aplikasi, khususnya aplikasi berbasis web dengan framework CodeIgniter.
b.      Bagi AMIK PGRI Kebumen
1)      Dapat memberikan solusi dalam mengevaluasi kinerja dosen dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran melalui perbaikan kinerja.
2)      Memberikan bahan referensi bagi pihak perpustakaan sebagai bahan bacaan yang dapat menambah ilmu pengetahuan bagi pembaca.

E.       METODE PENGUMPULAN DATA
Untuk menunjang pencarian fakta dan pengumpulan data guna membangun sistem yang akan dirancang, maka penulis perlu melakukan beberapa metode penelitian antara lain:
1.    Wawancara
Wawancara atau interview merupakan metode pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan keterangan informan melalui percakapan langsung dan berhadapan muka. Wawancara atau interview disini dilakukan kepada informan yaitu dengan bagian Akademik dan Lembaga Penjamin Mutu AMIK PGRI Kebumen. Metode ini dipandang sebagai metode yang relevan untuk memperoleh data secara langsung dari informan.
2.    Dokumentasi dan Studi Pustaka
Metode ini sebagai dasar dari penyusunan tugas akhir, yaitu dengan cara mengumpulkan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan masalah yang ada dan dengan mempergunakan berbagai macam pustaka yang meliputi literature, catatan kuliah, artikel dari internet, serta bacaan lain yang mendukung penulisan tugas akhir ini.
3.    Sampling
Metode sampling merupakan metode pengumpulan data melalui pemilihan sampel dari populasi yang ada dengan tujuan mempelajari sebagian untuk keseluruhan. Dalam metode ini sampel yang dipilih adalah sebagian mahasiswa AMIK PGRI Kebumen yang dipilih secara random dari seluruh mahasiswa. Data yang dikumpulkan yaitu penilaian mengenai konten sistem. Instrumen yang digunakan untuk menangkap data yaitu berupa daftar pertanyaan yang dibagikan kepada responden. Penjelasan secara rinci mengenai metode sampling ini dijelaskan pada pembahasan tentang pengujian sistem.

F.   SISTEMATIKA PENULISAN
Adapun sistematika penulisan dalam perancangan sistem informasi adalah sebagai berikut :
BAB I  : Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang, perumusan masalah, bahasan masalah, tujuan dan manfaat, metode pengumpulan  data dan sistematika penulisan.
BAB II : Tinjauan Pustaka
Bab ini berisi penjelasan teori yang bersifat umum dan definisi tehadap teori yang digunakan dalam penyusuan laporan tugas akhir ini.
BAB III : Perancangan Sistem
Bab ini pembahasan sistem, metode pengembangan sistem, desain input dan output, desain database dan desain interface.
BAB IV : Pembahasan
Bab ini berisi pembahasan implementasi aplikasi, pengujian sistem dan analisis kebutuhan.
BAB V   :  Penutup
Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan masalah
tugas akhir.
       Daftar pustaka
       Lampiran


Sabtu, Juni 16

Bukan Karena Malas


Bukan Karena Malas
Dunia perkuliahan mempunyai banyak kegiatan yang tidak hanya berupa kegiatan akademis saja. Hal itu terbukti dengan adanya berbagai organisasi kemahasiswaan atau unit kegiatan mahasiswa di setiap kampus. Semua organisasi ekstrakulikuler itu ada guna menampung minat ataupun bakat dari setiap mahasiswa yang berkuliah di dalamnya. Kegiatan-kegiatan organisasi tersebut berguna untuk melatih soft skill dari mahasiswa. Hal tersebut akan berguna saat mahasiswa tersebut lulus dari bangku perkuliahannya dan agar mereka tidak menjadi mahasiswa yang melempem karena bahwasannya soft skill itu melatih kita untuk peka terhadap kehidupan sosial yang kelak kita akan jalani.
Salah satu organisasi mahasiswa yang tidak asing lagi di dunia kemahasiswaan adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). BEM adalah organisasi yang bergerak sebagai perangkat eksekutif di kampus dimana segala program kerja yang dijalankan berdasarkan aspirasi dari berbagai mahasiswa di kampus. BEM memiliki tingkatan dimana yang tertinggi berada di tingkat universitas dan di bawahnya adalah BEM fakultas. BEM dipimpin oleh seorang presiden BEM dan para menteri yang membantu presiden BEM tersebut untuk menjalani program kerja selama setahun.
Berkaitan dengan minat mahasiswa untuk menjadi pengurus BEM, ada banyak banyak mahasiswa yang tertarik karena memang tidak sedikit mahasiswa yang menyadari akan keuntungan jika menjadi pengurus BEM. Keuntungan menjadi pengurus BEM selain melatih soft skill adalah biasanya berkaitan dengan beasiswa karena pengurus BEM biasanya menjadi prioritas dalam pemberian beasiswa. Selain itu jika lulus nanti pengalaman berorganisasi yang cukup diakui di dunia kerja adalah menjadi pengurus BEM.
Pada saat regenerasi kepengurusan dilakukan open recruitment pengurus BEM saat itu juga akan banyak mahasiswa yang berbondong-bondong mendaftar. Nah, pada saat itulah proses penyaringan diperlukan agar bisa menemukan mahasiswa yang benar-benar berkompeten dan berkomitmen untuk menjadi pengurus BEM. Biasanya ada beberapa tes yang dilakukan mulai dari pengumpulan CV (curriculum vitae), tes dalam bentuk menulis esai atau paper, dan yang terakhir tes wawancara. Dari tes tersebut saja setiap mahasiswa yang mengikutinya sudah diajarkan mengenai sebuah arti totalitas karena tes tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa itu menggunakan segala kemampuannya untuk menjadi pengurus BEM.
Masalah utama sekarang ini adalah ketika mereka menjadi pengurus BEM, apakah mereka bisa membagi waktu antara kegiatan kuliah dengan kegiatan BEM. Ada banyak pengurus BEM yang setelah mengikuti kepengurusan justru kuliahnya terbengkalai. Pengurus BEM biasanyanya juga tidak hanya mengikuti satu organisasi saja akan tetapi ada beberapa organisasi yang diikutinya. Hal itulah yang dituntut dari semua organisatoris untuk bisa memanajemen waktunya dengan sebaik mungkin sehingga tidak ada satupun prioritas yang terbengkalai.
Seorang mahasiswa apabila mengatakan dirinya malas menjadi pengurus BEM sebenarnya bukan itu alasan utamanya. Ada banyak tipikal mahasiswa di sebuah kampus. Mahasiswa yang malas itu biasanya adalah mahasiswa kupu-kupu atau sukanya sehabis kuliah pulang demikian seterusnya. Alasan lainnya mungkin sudah banyak organisasi atau kegiatan yang diikuti sehingga tidak memungkinkan untuk menjadi pengurus BEM. Sebenarnya sudah banyak mahasiswa yang menyadari akan arti pentingnya kegiatan ekstra, tetapi semuanya kembali pada diri mahasiswa tersebut. Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi, tidak dapat dipungkiri bahwa ada mahasiswa yang sudah berkeluarga atau bekerja. Hal itu juga bisa menjadi penghalang untuk menjadi pengurus BEM. Jangankan menjadi pengurus BEM, untuk mengikuti kegiatan BEM saja pasti mereka akan bepikir dua kali. Jadi, dari semua hal itu menurut saya masalah pertama dan utamanya ada pada kapasitas dari setiap mahasiswa yang bersangkutan. Dan kalaupun alasan mereka malas itu hanyalah segelitir mahasiswa saja karena saya yakin sudah hampir semua mahasiswa menyadari bahwa kemampuan akademis memang hanya beperan sedikit ketika kita dihadapkan dengan dunia kerja nanti. Terimakasih.

Minggu, Februari 12

Salute to Agus Sumarna

Pencarian penyelesaian Tugas kuliah yang saya lakukan tidak berhenti, dengan mereview beberapa blog, adalah salah satu pembelajaran menemukan ilmu yang bermanfaat, tidak hanya sekedar tulisan saja, tetapi lebih pada pesan informasi pendidikan yang perlu digali. Berbagi dalam sebuah tulisan adalah langkah efektif untuk membagikan pengetahuan kepada khalayak. Blogging-Review kali ini, saya mencoba menggali intisari penting dan positif dari sebuah blog.Sejarah perjumpaan dengan pemilik blog adalah ketika saya menjelajahi sebuah blog  Mas Agus Sumarna disalanalah saya menenukam blog yang menurut saya inspiratif ini.

Ya, langsung saja kita menuju ke blognya  Mas Agus Sumarna . Hal yang menarik dari blog ini adalah informasi yang dia berikan. Banyak informasi positif yang saya temui disini, dan tulisan yang paling saya suka adalah membuat Sistem Informasi Nilai Online, yang ternyata tulisan ini juga menyajikan fasilitas Download sourcecode programnya....(Thanks...),Kenapa Saya menyukai artikel ini di karenakan saya sedang Membuat TA kuliah saya yang judulnya sama lah kira kira dengan Artikelnya Mas Agus di atas.
Ditulisan ini, tidak sekedar menceritakan bagaimana membuat Sistem Informasi Nilai Online, tetapi juga mengajarkan kita untuk belajar open source seperi yang di galakkan Pemerintah untuk mengurangi yang namanya pembajakan (pelanggaran Hak cipta lah..intinya) sehingga kita dapat berkreasi, baik kepada diri sendiri dan juga orang lain. Tidak hanya itu yang populer diblog ini, ada banyak tulisan inspiratif disana seperti kata kata mutiara dan motivasi, karena itu saya mereferensikan anda semua untuk belajar dan mengambil intisari blognya Mas Agus.

Teruslah menulis Mas Agus teruslah berbagi untuk semua, teruslah berkreasi.

Selasa, Januari 17

Tips Mengatasi Rasa Malas

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم 
Rasanya banyak diantara kita yang punya “penyakit” suka menunda-nunda pekerjaan. Penyakit ini, yang sebetulnya adalah kebiasaan, seringkali disebabkan karena kita malas mengerjakan sesuatu. Malas bangun dari tempat tidur, malas pergi olahraga, malas menyelesaikan tugas kantor, dll.

Menurut penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang dimaksud dengan masa depan ini bukan hanya satu atau dua tahun kedepan tetapi satu atau dua menit dari sekarang. Contohnya saja ketika kamu malas dari bangun, kamu akan berkata dalam hati: “Satu menit lagi saya akan bangun”, tetapi kenyataannya barangkali kamu akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya memang waktunya tiba untuk siap-siap pergi ke kantor.

Kebiasaan malas timbul karena kita cenderung mengaitkan masa depan dengan persepsi negatif. kamu menunda-nunda pekerjaan karena cenderung membayangkan setumpuk tugas yang harus dilakukan di kantor. Belum lagi berhubungan dengan orang-orang yang kamu tidak sukai, misalnya.

Sayangnya, menunda-nunda pekerjaan pada akhirnya akan mengundang stress karena mau tidak mau satu saat kamu harus mengerjakannya. Di waktu yang sama kamu juga mungkin punya banyak pekerjaan lain.
Dalam beberapa hal, kamu pun mungkin akan kehilangan momen untuk berkembang ketika kamu mengatakan “tidak” terhadap sebuah kesempatan –kamu malas bertindak karena bayangan negatif tentang hal-hal yang memberatkan didepan.

Di artikel ini saya ingin memberikan beberapa tips untuk mengatasi rasa malas. Tips ini bisa kamu praktekkan di tempat kerja ataupun lingkungan keluarga:

Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”

Apabila kamu dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, kamu sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.

Katakan setiap kali kamu bekerja: “Saya mulai sekarang”.
Cara pkamung ini akan menghindarkan kamu dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. kamu membuat sederhana tugas didepan kamu dengan bertindak positif. Fokus kamu hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama.

Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”

Berpikir bahwa kamu harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan kamu menjadi malas mengerjakannya. kamu akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut.

Satu tip yang bisa kamu gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa kamu tidak harus melakukan pekerjaan yang kamu tidak mau.

kamu mau mengerjakan tugas karena memang kamu ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. kamu selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan kamu sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa kamu melakukan apa saja yang kamu tidak mau lakukan.

Kamu Bukan Manusia Sempurna

Berpikir bahwa kamu harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa kamu dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya kamu mungkin akan malas memulainya. kamu harus bisa menerima bahwa kamu pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna.

Dalam konteks pekerjaan, kamu punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang kali. kamu selalu bisa negosiasi dengan boss kamu untuk meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat kamu memkamung pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit.

Kemalasan merupakan sesuatu yang normal dalam hidup kamu. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi. Tiga tips diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak berbeda dari biasanya sehingga kamu tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang hanya karena malas mengerjakannya.

Minggu, Januari 15

Cara Sederhana Melatih Berpikir Kreatif

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم 

"Kreatif" hanyalah sebuah kata pendek dan sederhana. Namun, berkat pemikiran kreatif, kesuksesan besar, semisal kemajuan teknologi, industri, dan bidang lain, terjadi.
Definisi Kreativitas secara keseluruhan "Kemampuan seseorang untuk Melahirkan sesuatu yang baru baik gagasan maupun karya nyata yang berbentuk aptitude maupun non aptitude baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada yang semuanya berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya". Tidak berlebihan bila dikatakan, berpikir kreatif merupakan kunci keberhasilan.
Lalu, bagaimana cara untuk bisa berpikir kreatif?
Berikut ini cara yang dapat kamu coba untuk melatih otak kamu menjadi kreatif:

1. Berpikir bahwa semua bisa dilakukan
Yakinlah, sesuatu yang akan kita kerjakan mampu kita selesaikan. Artinya, harus optimis. Buang ungkapan bernada pesimis. Misal, "Saya mungkin bisa mengerjakan". Ganti dengan ungkapan penuh optimisme. Contoh, "Saya pasti bisa mengerjakannya", "Bagi saya tidak ada kata menyerah!". Pernyataan optimis melatih kita berani masuk ke persoalan. Pola pikir pun berkembang, karena dipaksa memeras otak untuk mewujudkan tekad itu.

2. Hilangkan cara berpikir konservatif
Pola berpikir konservatif ditkamui dengan kekhawatiran untuk menerima perubahan, meski perubahan itu menguntungkan. Karena ingin mempertahankan gaya konservatif, perubahan ditanggapi secara dingin, bahkan dipersepsikan sebagai ancaman. Karena merasa nyaman atau diuntungkan dengan cara konservatif, ketika dituntut untuk mengubah pola pikir, kita takut akan mengalami kerugian.
Hendaknya disadari, cara berpikir konservatif memasung pemikiran kreatif karena pikiran dibekukan oleh sesuatu yang statis. Padahal dalam berpikir kreatif unsur statis semestinya dihilangkan. Mulailah berpikir dinamis, dengan terus mengolah pemikiran untuk menemukan pola pikir efektif.

Ada tiga cara mengurangi atau menghilangkan pola berpikir konservatif:

Pertama, terbuka terhadap masukan. Masukan adalah bahan mentah sangat berharga. Lalu, kita mengolahnya menjadi "barang jadi" lewat pemikiran kreatif. Jadi, jangan takut dengan ide, usulan, bahkan kritik. Karena semua itu merangsang kita berpikir kreatif.

Kedua, mencoba pekerjaan atau hal di luar bidang kita. Untuk "memperkaya" diri, pola pikir juga perlu menghadapi sesuatu yang berbeda dari biasanya.

Ketiga, harus proaktif. Kita dituntut "menjemput bola" dalam menghadapi sesuatu, dan bukan "menunggu bola". Bertindak proaktif berarti membuat diri bebas memilih tindakan, tentu berdasarkan perhitungan matang. Ini bisa terjadi kalau kita mempunyai kreativitas berpikir
 

Rabu, Januari 11

Mimpi / Cita - Cita ...?

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم 

         Banyak orang yang mengganggap mimpi atau impian itu sama dengan khayalan atau angan-angan tetapi sebenarnya serupa tapi tak sama. Mimpi atau impian itu lebih ke arah sesuatu yang dapat digapai sedangkan khayalan atau lamunan itu lebih ke arah keinginan yang tidak dapat direalisasikan. Memang kalau tidur itu kita suka mimpi dari mulai yang aneh sampai yang ajaib, namun di sini mimpi dalam arti cita-cita beda dengan mimpi dalam tidur kita. Justru mimpi pada tidur dianggap sama seperti khayalan dan angan-angan. Dari kecil kita pasti dinasehati oleh orangtua, guru ataupun buku untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit. Semua itu memang benar karena dengan adanya cita-cita atau impian dalam hidup kita akan membuat kita semangat dan bekerja keras untuk menggapai kehidupan yang lebih baik di dunia. Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk menghayal yang tidak-tidak.
          Dalam bercita-cita pun sebaiknya jangan terlalu mendetail dan fanatik karena kita bisa dibuat stres dan depresi jika tidak tercapai. Contoh adalah seseorang yang punya cita-cita jadi dokter. Ketika dia tidak masuk jurusan ipa dia stress, lalu gagal snmptn / spmb kedokteran dia stress, dan seterunya. Tidak semua orang bisa menentukan cita-cita. Jika tidak bisa menentukan cita-cita, maka bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak dengan hidup yang berkecukupan. Untuk mendapatkan motivasi dalam mengejar cita-cita kita bisa mempelajari kisah sukses orang lain atau membaca atau melihat film motivasi hidup seperti laskar pelangi. Tapi jangan lupa dengan cita-cita setelah kita mati nanti yaitu masuk surga. Masuk surga pun harus kita perjuangkan selama kita hidup di dunia karena hidup kita pada dasarnya adalah untuk ibadah dan merupakan ujian Tuhan kepada kita. Kita mati tidak membawa apa-apa selain amal ibadah kita. Hidup akan berguna jika kita lebih banyak memberi dan sedikit menerima. Banyak berbuat kebaikan dan melawan kejahatan jauh lebih membanggakan daripada hidup jadi penjahat dan mengejar kenikmatan dunia / hedonisme. Manusia tidak akan puas dengan harta, oleh karena itu hiduplah sederhana dan banyak memberi. Dengan begitu kelak di akhirat kita bisa tersenyum bangga atas kemenangan kita selama hidup di dunia.

Minggu, Januari 8

Diskusi Mahasiswa

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم
Lama tidak Update Blog ini dan Bingung mau posting apa,dikarenakan sedang disibukan dengan Proyek tugas Akhir Kuliah, Iseng aja upload fhoto kegiatan diskusi Mahasiswa kampus AMIK PGRI Kebumen yang dilaksanakan di Purwokerto
Sebenarnya banyak fotonya hanya saja saya pilih yang terbaik aja, he he he... (irit pulsa...internetan).
Ini dia beberapa foto pilihannya,
Foto bersama temen temen

Saat menjadi narasumber diskusi

Bersama Para dosen pembimbing

Foto bersama Precenter