Ads 468x60px

Selasa, November 2

Profesionalisme Dosen

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Profesionalisme dosen tak selamanya berbanding lurus dengan profesionalisme kerja. Pokok utama dosen hadir di kampus untuk mengajar acap kali tergadaikan oleh kesibukannya.Kesibukannya itu membuat dosen mengurangi jam mengajar di kelas tanpa kesepakatan.Mahasiswa mendapat getah Jam kuliah mereka tersunat.Mahasiswa mungkin merasa nikmat-nikmat saja karena aktivitas akademik jelas berkurang dengan alasan dosen sedang ada tugas. Namun, jelas itu merupakan praktif ketidakprefesionalan kalangan akademis kampus. Ironisnya, pihak birokrat kampus justru melihat hal itu wajar.Seandainya nilai mahasiswa jeblok, dosen tak mau disalahkan.Transformasi keilmuan tidak ada, tetapi bukti nilai tertulis dalam database kredit semester mahasiswa tetap ada.
Dosen tidak profesional, mahasiswa ikut-ikutan.Kurang Profesional Atas nama profesionalitas, dosen menggunakan cara-cara yang kurang profesional dengan menyunat jam mengajar.Mahasiswa tak berdaya menuntut banyak,karena tidak ada jalinan komunikasi yang terbangun dengan baik antara dosen, mahasiswa, dan birokrat kampus. Kalau hal itu terus-menerus terjadi, lama-kelamaan mahasiswa yang merugi.Sudah disunat jam kuliah, wacana mahasiswa terkungkung pula karena ketidakhadiran dosen ditengah perintah mengerjakan tugas.Bila ada keterbukaan komunikasi, dosen yang seperti itu tidak akan melakukan tindakan pragmatis seperti itu,Birokrasi juga tak mendapatkan dosa.Mahasiswa juga demikian; hak mendapat pengajaran tetap utuh. Status profesional tercapai, profesionalitas kerja tak tergadai. Karena itulah, profesionalitas manajemen kampus perlu disesuaikan dengan kebutuhan profesionalitas sivitas akademik kampus.

0 komentar:

Poskan Komentar