Ads 468x60px

Selasa, November 16

AMIK DAN KEPEDULIAN SESAMA

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Belum kering air mata di bumi wasior papua ketika bencana banjir bandang melanda tanah cenderawasih itu,disusul dengan bencana gempa dan tsunami yang memporak-porandakan di kepulauan Mentawai,dan kini gunung merapi turut andil melengkapi serangkaian bencana yang melanda bumi pertiwi Indonesia dengan memuntahkan awan panasnya (wedhus gembel) serta material vulkanis lainnya.Bencana yang menelan korban hingga ratusan jiwa itu dan puluhan ribu orang harus dievakuasi serta mengakibatkan warga kehilangan harta benda,tempat tinggal dan saudara mereka.Nasib warga di pengungsian sangatlah memprihatinkan ,mereka tidak tau entah sampai kapan penderitaan ini akan berakhir,hanya tuhan yang tau...!!!.
Hal inilah yang menggugah hati mahasiswa AMIK PGRI Kebumen untuk bersatu tekad menunjukan solidaritasnya kepada para korban bencana alam di bumi Papua,Mentawai dan lereng merapi yaitu dengan menggalang dana.Kegiatan penggalangan dana tidak hanya dilakukan sekali saja tetapi beberapa kali mengingat kondisi daerah yang tertimpa bencana sangatlah memprihatinkan dan sangat membutuhkan uluran bantuan kita.Penggalangan dana yang pertama dan kedua diadakan di lingkungan kampus AMIK PGRI Kebumen,adapun sumbangan yang terkumpul berupa uang,pakaian layak pakai dll.Bantuan yang terkumpul tersebut nantinya akan disalurkan ke para korban bencana gunung merapi di Yogjakarta atas kerjasama FPPKS dan CRCS UGM.
Tidak cukup sampai disitu,tanggal 13 november mahasiswa AMIK PGRI Kebumen bekerjasama dengan PMI Kebumen mengadakan aksi penggalangan dana di seputaran alun-alun kebumen pada saat diadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang difasilitasi Pemkab Kebumen dan kemudian dana yang terkumpul akan disalurkan kepada korban bencana Merapi di kabupaten Boyolali dan Magelang.
Dengan kegiatan tersebut kita sebagai mahasiswa yang notabene pemuda yang tidak hanya mempunyai sisi kepemudaan tetpi juga intelektualitas dan idialisme yang kuat menunjukan bahwa mahasiswa masih mempunyai rasa solidaritas kepada rakyat,sekaligus mengilangkan stigmatisasi masyarakat tentang mahasiswa yang dianggap kerjaanya hanya demonstrasi dengan aksi yang anarkis serta tawuran antar mahasiswa seperti yang sering terjadi di negara ini.
Semoga ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa bahwa kita sebagai mahasiswa yang mempunyai peran agent of change and social control masih berpihak kepada rakyat dan menjadi oposisi pemerintah yang netral. Lanjutkan.....!!!

0 komentar:

Poskan Komentar