Ads 468x60px

Sabtu, Juni 16

Bukan Karena Malas


Bukan Karena Malas
Dunia perkuliahan mempunyai banyak kegiatan yang tidak hanya berupa kegiatan akademis saja. Hal itu terbukti dengan adanya berbagai organisasi kemahasiswaan atau unit kegiatan mahasiswa di setiap kampus. Semua organisasi ekstrakulikuler itu ada guna menampung minat ataupun bakat dari setiap mahasiswa yang berkuliah di dalamnya. Kegiatan-kegiatan organisasi tersebut berguna untuk melatih soft skill dari mahasiswa. Hal tersebut akan berguna saat mahasiswa tersebut lulus dari bangku perkuliahannya dan agar mereka tidak menjadi mahasiswa yang melempem karena bahwasannya soft skill itu melatih kita untuk peka terhadap kehidupan sosial yang kelak kita akan jalani.
Salah satu organisasi mahasiswa yang tidak asing lagi di dunia kemahasiswaan adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). BEM adalah organisasi yang bergerak sebagai perangkat eksekutif di kampus dimana segala program kerja yang dijalankan berdasarkan aspirasi dari berbagai mahasiswa di kampus. BEM memiliki tingkatan dimana yang tertinggi berada di tingkat universitas dan di bawahnya adalah BEM fakultas. BEM dipimpin oleh seorang presiden BEM dan para menteri yang membantu presiden BEM tersebut untuk menjalani program kerja selama setahun.
Berkaitan dengan minat mahasiswa untuk menjadi pengurus BEM, ada banyak banyak mahasiswa yang tertarik karena memang tidak sedikit mahasiswa yang menyadari akan keuntungan jika menjadi pengurus BEM. Keuntungan menjadi pengurus BEM selain melatih soft skill adalah biasanya berkaitan dengan beasiswa karena pengurus BEM biasanya menjadi prioritas dalam pemberian beasiswa. Selain itu jika lulus nanti pengalaman berorganisasi yang cukup diakui di dunia kerja adalah menjadi pengurus BEM.
Pada saat regenerasi kepengurusan dilakukan open recruitment pengurus BEM saat itu juga akan banyak mahasiswa yang berbondong-bondong mendaftar. Nah, pada saat itulah proses penyaringan diperlukan agar bisa menemukan mahasiswa yang benar-benar berkompeten dan berkomitmen untuk menjadi pengurus BEM. Biasanya ada beberapa tes yang dilakukan mulai dari pengumpulan CV (curriculum vitae), tes dalam bentuk menulis esai atau paper, dan yang terakhir tes wawancara. Dari tes tersebut saja setiap mahasiswa yang mengikutinya sudah diajarkan mengenai sebuah arti totalitas karena tes tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa itu menggunakan segala kemampuannya untuk menjadi pengurus BEM.
Masalah utama sekarang ini adalah ketika mereka menjadi pengurus BEM, apakah mereka bisa membagi waktu antara kegiatan kuliah dengan kegiatan BEM. Ada banyak pengurus BEM yang setelah mengikuti kepengurusan justru kuliahnya terbengkalai. Pengurus BEM biasanyanya juga tidak hanya mengikuti satu organisasi saja akan tetapi ada beberapa organisasi yang diikutinya. Hal itulah yang dituntut dari semua organisatoris untuk bisa memanajemen waktunya dengan sebaik mungkin sehingga tidak ada satupun prioritas yang terbengkalai.
Seorang mahasiswa apabila mengatakan dirinya malas menjadi pengurus BEM sebenarnya bukan itu alasan utamanya. Ada banyak tipikal mahasiswa di sebuah kampus. Mahasiswa yang malas itu biasanya adalah mahasiswa kupu-kupu atau sukanya sehabis kuliah pulang demikian seterusnya. Alasan lainnya mungkin sudah banyak organisasi atau kegiatan yang diikuti sehingga tidak memungkinkan untuk menjadi pengurus BEM. Sebenarnya sudah banyak mahasiswa yang menyadari akan arti pentingnya kegiatan ekstra, tetapi semuanya kembali pada diri mahasiswa tersebut. Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi, tidak dapat dipungkiri bahwa ada mahasiswa yang sudah berkeluarga atau bekerja. Hal itu juga bisa menjadi penghalang untuk menjadi pengurus BEM. Jangankan menjadi pengurus BEM, untuk mengikuti kegiatan BEM saja pasti mereka akan bepikir dua kali. Jadi, dari semua hal itu menurut saya masalah pertama dan utamanya ada pada kapasitas dari setiap mahasiswa yang bersangkutan. Dan kalaupun alasan mereka malas itu hanyalah segelitir mahasiswa saja karena saya yakin sudah hampir semua mahasiswa menyadari bahwa kemampuan akademis memang hanya beperan sedikit ketika kita dihadapkan dengan dunia kerja nanti. Terimakasih.

0 komentar:

Poskan Komentar