Ads 468x60px

Kamis, Oktober 14

MENIMBANG KEDEWASAAN MAHASISWA

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم A
Aksi partisipatioris mahasiswa adalah kontribusi penting bagi tegaknya demokrasi.Mahasiswa memiliki tanggung jawab mengawal perjalanan demokrasi.Namun,ketika peran itu diaktualisasikan dengan cara serampangan,masihkah peran mahasiswa menemukan relevansinya?
Sadar atau tidak,terkadang mereka menyuarakan aspirasi melalui cara yang kurang tepat.Tidak sedikit kasus anrkisme massa meledak saat mahasiswa turun ke jalan.
Jika tidak disikapi dengan arif,bentrokan yang tidak hanya satu kali meledak itu selanjutnyta akan melahirkan konflik yang tak kunjung usai.
Kesalahan terbesar yang acap terjadi adalah aspirasi nilai-nilai demokrasi dipraktikan secara nondemokratis,sporadis dan cenderung amoral.Substansi demokrasi justru mengalami ketimpangan jika ide-ide original yang menyuarakan demokrasi disalurkan dengan jalan kekerasan,amuk masa bahkan pembasmian (genicode).Ini adalah praktik demokrasi yang dalam pandangan Hedar Nasir,potensial mewabahkan krisis kemanusiaan.
Dalam situasi inilah kedewasaan Mahasiswa teruji,bagaimana mereka mimbingkai masalah secara rasional,objektif dan proposional.Konflik yang muncul harusnya ditilik secara arif.Disaat seperti inilah kepiawaian menindai masalah menemukan momentumnya.
Akan ironi ketika cara menghadapi masalah ini mengesampingkan etika demokrasi yang seharusnya menjadi ruh bagi setiap model partisipatioris.

0 komentar:

Poskan Komentar