Ads 468x60px

Rabu, Januari 13

SURAT CINTA ANAK TEKNIK

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم
Sayang.........
Waktu kutulis surat ini, aku sedang menyelesaikan run-ku
yang
keduapuluhdua.
Entahlah.. kala memandang kukus jenuh yang mengepul manja
hingga terbirit malu meninggalkan boiler , aku lihat
bayanganmu di sana.

Bayangan syahdu, gemulai, sendu yang dihiasi dengan senyum
continuous
yang meneduhkan, namun di balik keteduhan itu terdapat
cahaya yang sanggup
memancarkan berjoule-joule energi untuk menggerakkan
turbin hatiku.

Tidakkah engkau tahu bahwa fluida di tubuh ini mengalir
turbulen dengan
laju alir linier yang sangat tinggi .
Sekonyong-konyong viskositasnya menurun tajam.
Bahkan friction factor pun tak lagi mempengaruhi
perpindahan massanya.

Fenomena ini sering terjadi tatkala bayang-bayangmu yang
berkedok
kukus itu berdifusi melalui membran-membran sukma yang
terbuat dari
polimer polilovin buatan Prof. Mc Cabe setelah melalui
laku ritual di atas
puncak kolom distilasi berefisiensi Murphree sebesar 70%
setinggi 80 m.

Aku sangat menyadari cintapun memerlukan proses pemurnian,
dipilah-pilah
berdasarkan sifat fisik dan kimianya sebelum lebur ke
dalam converter bertekanan dan bertemperatur tinggi.

Tak terkecuali pula cintaku.
Aku masih sangsi akan kemurnian cintaku padamu dari
impurities-impurities
lain
yang dapat menimbulkan kerak di dinding hatimu.
Aku pun masih khawatir spesifikasi heat exchanger yang
membantu
terselenggaranya cinta itu
masih jauh dari standar TEMA (Taktik Efisien dalam
Menjalin Asmara).

Yah bagaimanapun juga dalam setiap proses terjadinya
cinta selalu melibatkan perpindahan panas.

Susanna.......
Di malam yang dingin ini, dengan suhu lingkungan yang
mendekati titik beku aseton, aku masih termenung.

Mencoba bercumbu dengan secangkir kopi yang
diekstrak dengan CO2 superkritik yang menari-nari di atas
screw conveyor masuk ke dalam lambung,
sebuah Reaktor Tangki Ideal Kontinu di
dalam tubuh dengan katalis asam klorida.

Sayang sekali aku tak berminat menghabiskan waktu
mempelajari kinetikanya.
Teringat reaktor, tiba-tiba terbesit kenangan akan
perpaduan dan interaksi antara molekul cintamu dan cintaku
tiga tahun
lampau.
Dengan kesetiaan dan kepercayaan sebagai agitatornya.
Kasih sayang sebagai katalisnya yang akan memperkecil
waktu tinggal dan
mempercepat impian kita kala itu.

Huaaahhhhh...cukup lama kita membicarakan cinta, Sayang.
Sudahkah kau mengerti apa arti cinta setelah sekian lama
kau terabsorpsi
kedalamnya??
Cinta itu laksana pembicaraan LABTEK (OTK), honey.

Ketika kau belum mendapatkannya, kau akan berbanjir peluh
mengejar-ngejar
seperti seorang process engineer kehilangan valve yang
disayanginya. Kau
akan
menghabiskan separuh waktumu untuk mempelajari kelemahan
dan kekuatannya.
Tak peduli seperti apa seperti apa orang yang akan kau
hadapi kelak.
Dan selalu kembali tatkala sepi menyerangmu.

Tapi.. setelah kau mendapatkannya, kau akan mendapati
bahwa dirimu
begitu tolol dan bodoh, ternyata memang tidak sesederhana
apa yang
engkau bayangkan sebelumnya.

Susanna.... malam begitu dingin. Kuberharap udara dingin
ini mendatangkan keuntungan bagi kelangsungan proses kita.

Proses yang butuh beberapa tahap lagi
untuk mencapai keadaan steady state.
Dan di luar itu
selalu terdapat gangguan-gangguan baik yang terukur maupun
tidak terukur.
Kita harus selalu siap dengan metode pengendalian diri
yang ampuh guna
mengembalikannya ke jalur yang kita impikan bersama.

Kemarilah, kasih. Dekaplah aku, marilah kita berbagi
panas asmara, tak peduli apakah secara konduksi, konveksi
ataupun radiasi.
Sebab tanpa pertukaran panas, aku yakin proses kita akan
terhenti sampai di
sini.

Yah.. satu hal yang harus kau ingat. Aku memang cinta
diagram fasa, steam table, butiran packing, evaporator,
kolom absorber,
cooling tower, Christy Geankoplis,Perry, Van Ness, dan....
BKKMTKI sayang.
Tapi....
selalu hanya satu nama yang selalu tersebut dari bibirku
yang gemetar.....
Namamu......

I LOVE YOU with the spirit of Chemical Engineering.

0 komentar:

Poskan Komentar