Ads 468x60px

Selasa, Agustus 2

LDKM “Pintu Gerbang” Pemimpin Sejati

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) usai diadakan oleh “Keluarga kecil” Senat Mahasiswa AMIK PGRI Kebumen.Kegiatan yang dikhususkan untuk para pengurus senat mahasiswa ini dilaksanakan pada hari minggu,31 Juli 2011 dan dibuka langsung oleh Direktur AMIK PGRI Kebumen Bpk.Heru Krisdiantoro Hadi,S.Kom.Kegiatan ini diikuti tidak kurang dari 40 Mahasiswa AMIK yang tergabung dengan Senat Mahasiswa dan Mahasiswa umum serta menghadirkan narasumber yaitu : Bpk.Usman Budiono dari PMII Kebumen,Bpk.Kapten Ismono dari Kodim 07/09 Kebumen,Bpk.Eko wahyudi,Spd.I dari Pejagoan-kebumen serta Narasumber inti yaitu Bpk.Arif Nur Chakim,S.Psi dari ITC (Iqra Training Center) Kebumen.



LDKM ini sendiri adalah kali pertama yang diadakan di kampus AMIK PGRI Kebumen dan diharapkan akan menghasilkan para embrio pemimpin ideal bangsa di masa depan.Dan tanggung jawab besar di pundak Senat mahasiswa harapan ini digantungkan.”Paling tidak, pasca pelatihan ini para peserta bisa memimpin,minimal memimpin dirinya sendiri”,Tutur Bpk.Shohibul afif,S.Kom selaku Pudir bidang Kemahasiswaan pada saat memberikan sambutannya.Lebih lanjut,Aris Mulyadi - mahasiswa angkatan 2009 dan juga selaku ketua Panitia mengatkan bahwa manfaat diadakannya LDKM agar mahasiswa memperoleh pengetahuan bagaimana cara memanage suatu organisasi serta bagaimana bekerjasama dengan pihak lain.



Dalam kegiatan ini para peserta yang semuanya mahasiswa AMIK,sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini,sehingga dipelaksanaannya bisa berjalan lancar meskipun diawal acara banyak sekali kesalahan teknis,namun kita selalu optimis bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar.Kegiatan sangat bagus karena LDKM dilaksanakan sebagai sarana pelatihan pada mahasiswa yang sifatnya mendasar dan harus dimiliki mahasiswa dalam mengarungi masa depannya.Hemat penulis bahwa,dalam kenyataanya pelatihan tersebut kurang memenuhi target karena LDKM dilaksanakan pada saat libur semester dan satu hari menjelang bulan suci Ramadhan,akibatnya banyak peserta yang tidak hadir.Namun disisi lain Metode yang disampaikan pada pelatihan tersebut sudah sangat bagus dan berjalan sesuai dengan target yang diharapkan,cara penyampaian materi dengan metode ceramah dan dialog menimbulkan timbal balik yang positif dari peserta sehingga mereka dapat mengembangkan daya kritisnya,serta dapat menimbulkan gagasan serta ide yang baru dan berguna bagi kemajuan mahasiswa dan kampus serta bagi kemajuan bangsa pada umumnya.Hal ini sesuai dengan karakter dari pelatihan itu sendiri karena dengan metode diskusi aktif,partisipatori aktif para peserta dapat leluasa mencurahkan idenya .Materi yang disampaikan sudah cukup baik,relevan dan dapat dipahami peserta serta sesuai dengan kondisi dan realitas yang sedang terjadi.
Penyelengara mengharapkan agar para peserta dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti pelatihan ini dan bisa mengoptimalkan perannya selaku agent of social control atas situasi dan kondisi kepemimpinan dalam lingkup regional maupun nasional,serta mampu menyumbangkan gagasan segar terhadap situasi kepemimpinan bangsa,serta dapat menjadi figur pemimpin ideal yang dapat mengayomi rakyatnya.
“Kami berharap kegiatan LDKM semacam ini akan menjadi sebuah ritus (ritual khusus),dan kedepannya akan lebih baik”.So pemimpin...,Mengapa tidak.....!!

Minggu, Mei 22

Queena Khasna

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم



Selasa, Mei 17

Mahasiswa, Angkatlah Pena!

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

MEMBACA biografi para tokoh bangsa ini seperti membaca rekam jejak pers. Para tokoh bangsa itu memiliki kesadaran betapa penting pena untuk menyampaikan pemikiran. Pers menjadi strategi untuk mendidik bangsa. Lewat pers, mereka membangun opini dan akhirnya menjadi arus perubahan.

Lewat torehan pena, para tokoh bangsa seperti Bung Karno,Bung Hatta, Tjokroaminoto,Ki Hadjar dewantara mereka merekam pemikiran dan mendokumentasikan peristiwa. Mereka mengangkat pena sebagai senjata selagi muda, dan layak dijadikan renungan oleh mahasiswa.

Rekam jejak mereka di dunia pers memperlihatkan betapa menyatu dunia pers dalam denyut nadi perjuangan bangsa ini untuk meraih kemerdekaan. Soebagijo (1981) menyatakan pers nasional sejak lahir senantiasa sejalan dengan perjuangan nasional. Pers nasional memang merupakan alat ampuh bagi perjuangan nasional. Setiap pemimpin pergerakan (dan agama) pada zaman penjajahan mempergunakan media massa sebagai sarana penyampaian gagasan serta alam pikiran ke pengikut masing-masing.

Bercermin pada tokoh bangsa itu, mahasiswa perlu mengangkat pena dan terlibat aktif di dunia pers/tulis menulis. Tokoh-tokoh bangsa telah menggoreskan pena saat masih muda. Mahasiswa semestinya memiliki kesadaran betapa penting pers sebagai alat penyampai gagasan dan pemikiran. Pers juga penting untuk upaya pendokumentasian sejarah.

Lewat kerja pers, gagasan dan pemikiran terbaca dan terdengar khalayak lebih luas. Melalui kerja pers, setiap gagasan dan kegiatan bisa terekam baik dan kelak menjadi dokumen sejarah yang bermakna bagi generasi berikutnya.

“Penulis adalah pemimpin. Ia memimpin dengan ide dan pemikiran.... Penulis yang memiliki idealisme sejati menjadi sangat berbahaya bagi sebuah rezim ataupun penguasa yang busuk.” Wallahu aílam.