Ads 468x60px

Rabu, Januari 11

Mimpi / Cita - Cita ...?

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم 

         Banyak orang yang mengganggap mimpi atau impian itu sama dengan khayalan atau angan-angan tetapi sebenarnya serupa tapi tak sama. Mimpi atau impian itu lebih ke arah sesuatu yang dapat digapai sedangkan khayalan atau lamunan itu lebih ke arah keinginan yang tidak dapat direalisasikan. Memang kalau tidur itu kita suka mimpi dari mulai yang aneh sampai yang ajaib, namun di sini mimpi dalam arti cita-cita beda dengan mimpi dalam tidur kita. Justru mimpi pada tidur dianggap sama seperti khayalan dan angan-angan. Dari kecil kita pasti dinasehati oleh orangtua, guru ataupun buku untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit. Semua itu memang benar karena dengan adanya cita-cita atau impian dalam hidup kita akan membuat kita semangat dan bekerja keras untuk menggapai kehidupan yang lebih baik di dunia. Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk menghayal yang tidak-tidak.
          Dalam bercita-cita pun sebaiknya jangan terlalu mendetail dan fanatik karena kita bisa dibuat stres dan depresi jika tidak tercapai. Contoh adalah seseorang yang punya cita-cita jadi dokter. Ketika dia tidak masuk jurusan ipa dia stress, lalu gagal snmptn / spmb kedokteran dia stress, dan seterunya. Tidak semua orang bisa menentukan cita-cita. Jika tidak bisa menentukan cita-cita, maka bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak dengan hidup yang berkecukupan. Untuk mendapatkan motivasi dalam mengejar cita-cita kita bisa mempelajari kisah sukses orang lain atau membaca atau melihat film motivasi hidup seperti laskar pelangi. Tapi jangan lupa dengan cita-cita setelah kita mati nanti yaitu masuk surga. Masuk surga pun harus kita perjuangkan selama kita hidup di dunia karena hidup kita pada dasarnya adalah untuk ibadah dan merupakan ujian Tuhan kepada kita. Kita mati tidak membawa apa-apa selain amal ibadah kita. Hidup akan berguna jika kita lebih banyak memberi dan sedikit menerima. Banyak berbuat kebaikan dan melawan kejahatan jauh lebih membanggakan daripada hidup jadi penjahat dan mengejar kenikmatan dunia / hedonisme. Manusia tidak akan puas dengan harta, oleh karena itu hiduplah sederhana dan banyak memberi. Dengan begitu kelak di akhirat kita bisa tersenyum bangga atas kemenangan kita selama hidup di dunia.

Minggu, Januari 8

Diskusi Mahasiswa

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم
Lama tidak Update Blog ini dan Bingung mau posting apa,dikarenakan sedang disibukan dengan Proyek tugas Akhir Kuliah, Iseng aja upload fhoto kegiatan diskusi Mahasiswa kampus AMIK PGRI Kebumen yang dilaksanakan di Purwokerto
Sebenarnya banyak fotonya hanya saja saya pilih yang terbaik aja, he he he... (irit pulsa...internetan).
Ini dia beberapa foto pilihannya,
Foto bersama temen temen

Saat menjadi narasumber diskusi

Bersama Para dosen pembimbing

Foto bersama Precenter 

Selasa, Agustus 2

LDKM “Pintu Gerbang” Pemimpin Sejati

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) usai diadakan oleh “Keluarga kecil” Senat Mahasiswa AMIK PGRI Kebumen.Kegiatan yang dikhususkan untuk para pengurus senat mahasiswa ini dilaksanakan pada hari minggu,31 Juli 2011 dan dibuka langsung oleh Direktur AMIK PGRI Kebumen Bpk.Heru Krisdiantoro Hadi,S.Kom.Kegiatan ini diikuti tidak kurang dari 40 Mahasiswa AMIK yang tergabung dengan Senat Mahasiswa dan Mahasiswa umum serta menghadirkan narasumber yaitu : Bpk.Usman Budiono dari PMII Kebumen,Bpk.Kapten Ismono dari Kodim 07/09 Kebumen,Bpk.Eko wahyudi,Spd.I dari Pejagoan-kebumen serta Narasumber inti yaitu Bpk.Arif Nur Chakim,S.Psi dari ITC (Iqra Training Center) Kebumen.



LDKM ini sendiri adalah kali pertama yang diadakan di kampus AMIK PGRI Kebumen dan diharapkan akan menghasilkan para embrio pemimpin ideal bangsa di masa depan.Dan tanggung jawab besar di pundak Senat mahasiswa harapan ini digantungkan.”Paling tidak, pasca pelatihan ini para peserta bisa memimpin,minimal memimpin dirinya sendiri”,Tutur Bpk.Shohibul afif,S.Kom selaku Pudir bidang Kemahasiswaan pada saat memberikan sambutannya.Lebih lanjut,Aris Mulyadi - mahasiswa angkatan 2009 dan juga selaku ketua Panitia mengatkan bahwa manfaat diadakannya LDKM agar mahasiswa memperoleh pengetahuan bagaimana cara memanage suatu organisasi serta bagaimana bekerjasama dengan pihak lain.



Dalam kegiatan ini para peserta yang semuanya mahasiswa AMIK,sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini,sehingga dipelaksanaannya bisa berjalan lancar meskipun diawal acara banyak sekali kesalahan teknis,namun kita selalu optimis bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar.Kegiatan sangat bagus karena LDKM dilaksanakan sebagai sarana pelatihan pada mahasiswa yang sifatnya mendasar dan harus dimiliki mahasiswa dalam mengarungi masa depannya.Hemat penulis bahwa,dalam kenyataanya pelatihan tersebut kurang memenuhi target karena LDKM dilaksanakan pada saat libur semester dan satu hari menjelang bulan suci Ramadhan,akibatnya banyak peserta yang tidak hadir.Namun disisi lain Metode yang disampaikan pada pelatihan tersebut sudah sangat bagus dan berjalan sesuai dengan target yang diharapkan,cara penyampaian materi dengan metode ceramah dan dialog menimbulkan timbal balik yang positif dari peserta sehingga mereka dapat mengembangkan daya kritisnya,serta dapat menimbulkan gagasan serta ide yang baru dan berguna bagi kemajuan mahasiswa dan kampus serta bagi kemajuan bangsa pada umumnya.Hal ini sesuai dengan karakter dari pelatihan itu sendiri karena dengan metode diskusi aktif,partisipatori aktif para peserta dapat leluasa mencurahkan idenya .Materi yang disampaikan sudah cukup baik,relevan dan dapat dipahami peserta serta sesuai dengan kondisi dan realitas yang sedang terjadi.
Penyelengara mengharapkan agar para peserta dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti pelatihan ini dan bisa mengoptimalkan perannya selaku agent of social control atas situasi dan kondisi kepemimpinan dalam lingkup regional maupun nasional,serta mampu menyumbangkan gagasan segar terhadap situasi kepemimpinan bangsa,serta dapat menjadi figur pemimpin ideal yang dapat mengayomi rakyatnya.
“Kami berharap kegiatan LDKM semacam ini akan menjadi sebuah ritus (ritual khusus),dan kedepannya akan lebih baik”.So pemimpin...,Mengapa tidak.....!!